Sabtu, 04 Juni 2022

KATA KEKINIAN YANG HARUS KAMU KETAHUI

 


 

 

Bingung membaca pesan teks dari anak ABG?

Mau menulis cerita remaja dengan kata-kata gaul?

Yuks, pelajari kata-kata kekinian yang sudah tercantum dalam KBBI berikut ini.

 

ambyar

v cak bercerai-berai; berpisah-pisah; tidak terkonsentrasi lagi

alay

n cak akr anak layangan; gaya hidup yang berlebihan untuk menarik perhatian

baper

a cak akr (ter)bawa perasaan; berlebihan atau terlalu sensitif dalam menanggapi suatu hal

bokek

a cak tidak punya uang

bucin

n cak akr budak cinta

caper

n cak akr cari perhatian

cie

p kata seru yang digunakan untuk memuji atau menggoda seseorang agar tersipu

cihui

p kata seru untuk menyatakan gembira

curhat

v cak akr menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi pada orang terdekat seperti orang tua, teman, dan sebagainya; curahan hati

dugem

·  n cak akr dunia gemerlap (seperti klub malam dan diskotek)

·  v cak menikmati musik disko, biasanya pada malam hari dan disertai minuman beralkohol

gabut

a cak akr gaji buta; tidak melakukan apa pun, sehingga menjadi bosan

gacoan

1.    n cak taruhan

2.    n cak pacar; kekasih

galau

a kacau (tentang pikiran)

garing

a cak ki tidak lucu (tentang lelucon)

gebetan

n cak seseorang yang sedang ditaksir atau disukai

gokil

cak gila; kocak; konyol

hoaks

n cak informasi bohong

japri

n akr jalur pribadi

julid

a cak iri dan dengki dengan keberhasilan orang lain, biasanya dilakukan dengan menulis komentar, status, atau pendapat di media sosial yang menyudutkan orang tertentu

kece

a cak cantik

kepo

a cak rasa ingin tahu yang berlebihan tentang kepentingan atau urusan orang lain

kicep

n cak diam karena takut atau gelisah

kudet

a cak akr kurang update; kurang mengetahui informasi terbaru

lambe

n bibir; mulut; ucapan

lebay

a cak berlebihan (tentang gaya berbicara, penampilan, dan sebagainya)

mager

v cak akr malas (ber)gerak; enggan atau sedang tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas

maksi

v cak akr makan siang

mantul

a cak akr mantap betul

meme

1.    n ide, perilaku, atau gaya yang menyebar dari satu orang ke orang lain dalam sebuah budaya

2.    n cuplikan gambar dari acara televisi, film, dan sebagainya atau gambar-gambar buatan sendiri yang dimodifikasi dengan menambahkan kata-kata atau tulisan-tulisan untuk tujuan melucu dan menghibur

mengegas

v cak ki berbicara dengan suara keras (karena kesal atau marah)

modus

bentuk verba yang mengungkapkan suasana kejiwaan sehubungan dengan perbuatan menurut tafsiran pembicara tentang apa yang diucapkannya

mokbang

n Kor siaran langsung atau video yang mempertontonkan orang memakan banyak makanan untuk hiburan, biasanya disiarkan secara daring

nongki

v cak menongkrong dan berkumpul dengan teman

nyinyir

a mengulang-ulang perintah atau permintaan; nyenyeh; cerewet

pansos

n cak akr panjat sosial; usaha yang dilakukan untuk mencitrakan diri sebagai orang yang mempunyai status sosial tinggi, dilakukan dengan cara mengunggah foto, tulisan, dan sebagainya di media sosial

songong

a tidak tahu adat

viral

a bersifat menyebar luas dan cepat seperti virus

 

Sumber:

https://kbbi.kemdikbud.go.id/Beranda

 

 

Sabtu, 30 September 2017

Perbedaan EBI dengan EYD (2)



Perbedaan yang kedua dari Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) adalah penulisan huruf kapital untuk nama orang. Pada EBI, aturan penulisan huruf kapital untuk nama orang lebih detail dibandingkan dengan EYD. Aturan penulisan nama julukan dan kata yang bermakna ‘anak dari’ sudah tercantum dalam EBI. Aturan tersebut bisa dicermati dalam uraian berikut.

F. 2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.
           
          Misalnya:
             Amir Hamzah
             Dewi Sartika
             Halim Perdanakusumah
             Wage Rudolf Supratman

             Jenderal Kancil
             Dewa Pedang

             Alessandro Volta
             Andre-Marie Ampere
             Mujair
             Rudolf Diesel

          Seperti terlihat dalam contoh nama: Jenderal Kancil dan Dewa Pedang, huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama julukan. Contoh penggunaan dalam kalimat adalah sebagai berikut.

          (a)    Para pejuang lebih menurut pada perintah Jenderal Kancil.
          (b)    Karena kemampuannya menggunakan pedang, ia lebih sering dipanggil dengan Dewa Pedang.

          Selain nama julukan, pada bagian ketentuan penulisan nama orang ini, juga dilengkapi dengan Catatan tambahan sebagai berikut.

(1)    Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang merupakan nama jenis atau satuan ukuran.
         
          Misalnya:
            ikan mujair
            mesin diesel
            5 ampere
            10 volt

          Kata mujair sebagai nama jenis ikan dan diesel, ampere, volt sebagai satuan ukuran ditulis dengan huruf kecil.

(2)    Huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata yang bermakna ‘anak dari’, seperti bin, binti, boru, dan van, atau huruf pertama kata tugas.

          Misalnya:
            Abdul Rahman bin Zaini
            Siti Fatimah binti Salim
            Indani boru Sitanggang
            Charles Adriaan van Ophuijsen
            Ayam Jantan dari Timur
            Mutiara dari Selatan

          Ketentuan penulisan kata yang bermakna ‘anak dari’ ini sebelumnya tidak diatur dalam EYD. Sekarang menjadi lebih jelas bagi kita bagaimana aturan penulisannya, yaitu ditulis dengan huruf kecil.


Demikian perbedaan yang kedua dari Ejaan Bahasa Indonesia dengan Ejaan yang Disempurnakan.


Sumber
http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/pedoman_umum-ejaan_yang_disempurnakan.pdf

Selasa, 19 September 2017

Perbedaan EBI dengan EYD (1)


  Teman-teman pastinya sudah tahu 'kan bahwa Ejaan yang Disempurnakan (EYD) sudah diganti dengan Ejaan Bahasa Indonesia?

Ejaan Bahasa Indonesia atau disingkat dengan EBI adalah ejaan yang berlaku sejak ditetapkan pada 26 November 2015 berdasarkan Permendikbud No. 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.
Dengan berlakunya Permendikbud tersebut, Permendiknas No. 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Munculnya sesuatu yang baru tentu menimbulkan rasa penasaran.
Katanya sih tak kenal maka tak sayang. Oleh karena itu, supaya jadi sayang, yuks berkenalan dengan ejaan-baru kita ini.
Eh, ejaan baru? Benarkah baru? Bila dicermati baik-baik, aturan ejaan ini tak banyak berubah kok. Sebagian masih sama dengan EYD. Jadi, apa bedanya dong?
Perbedaan yang tampak adalah pada tiga hal, yaitu huruf diftong, huruf tebal, dan huruf kapital


HURUF DIFTONG

Diftong adalah bunyi rangkap yang tergolong dalam satu suku kata (seperti ai dalam kata satai, au dalam kata pulau).

Nah, selama ini dalam bahasa Indonesia terdapat tiga macam diftong sebagai berikut.

ai dalam kata balairung, pandai
au dalam autodidak, harimau
oi dalam boikot, amboi.

Sekarang, seperti yang diatur dalam EBI, ada diftong baru dalam bahasa Indonesia.

Diftong baru tersebut adalah ei.

Diftong ei bisa kita temui dalam kata : geiser, survei.
Diftong ei perlu ditambahkan karena banyaknya  bahasa asing yang diserap bahasa Indonesia menggunakan diftong ei.

Menurutmu, kata apa lagi yang menggunakan diftong ei?



Sumber
http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/pedoman_umum-ejaan_yang_disempurnakan.pdf